Berita Kito Nian

Warga Keluhkan Pengadaan Jaringan Listrik Baru, Rugikan Tanaman Karet Warga

IST/CE
Inilah lokasi ladang milik warga di Kecamatan PUT yang akan dijadikan sebagai tempat jaringan listrik baru.

CURUP, CE – Warga diwilayah Lembak khususnya di Kecamatan Kota Padang mengeluhkan akan adanya penambahan jaringan listrik baru yang dilakukan pihak PT PLN. Pasalnya dalam proyek penambahan jaringan listrik baru tersebut sama sekali tidak ada ganti rugi kepada para warga. Padahal dampak dari pengadaan jaringan milik PLN ini membuat tanaman karet milik warga rusak.

Disisi lain keluhan ini disampaikan warga pada salah satu anggota DPRD Rejang Lebong Dapil PUT Yurizal MBE.

“Jadi kepada saya perwakilan 60 warga PUT menolak proyek pengadaan jaringan baru listrik tersebut karena merugikan kami semua, dan sampai saat ini tidak jelas bagaimana teknisnya,” sampai Yurizal yang juga menjabat sebagai wakil Ketua I DPRD Rejang Lebong.

Yurizal menyampaikan jika puluhan hektar wilayah perkebunan milik 60 warga akan tekena imbas pembangunan, yang mana kebun mereka sendiri karet dan kopi yang masih produktif. Dimana pengadaan listrik baru tersebut yakni dari Dewa Lubuk Mumpo – Tras Lubuk Mupo yang jaraknya kurang lebih 12 kilometer.

“Yang mana dalam satu kebun warga sampai dengan 350 batang karet dan kopi yang harus dicabut, ditambah dengan kuraskan saat melakukan pembuatan, dan 350 batang itu sama dengan 1 hekter ladang karet kami yang masih produktif,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, sampai saat ini sendiri tidak jelas adanya ganti rugi yang akan diberikan pada 60 warga, dan ada sampaian tidak akan diganti rugi. Dengan itu pihaknya menolak telak adanya pengadaan jika tidak adanya ganti rugi, yang mana jika masih dipaksakan maka pihaknya tidak menjamin akan adanya komplik dilokasi tersebut.

“Ya jelas ini komplik karena 60 warga yang dirugikan, demi untuk menerangi 20 Kepala Keluarga yang ada di Tras Lubuk Mumpo,” terangnya.

Pihaknya sendiri menyampaikan seolah pengadaan listrik seperti tidak terencana, yang mana untuk membanguan jaringan baru tidak perlu melewati desa mereka, yang mana pihak PLN bisa melewati Desa Sukamerindu, yang jaraknya hanya 4 Kilometer, dibanding harus memutar melalui pihaknya sampai dengan 12 kilometer.

“Ditambah dengan saat itu desa Tras Lubuk Mumpo sudah diberikan pengadaan tenaga surya untuk listrik mereka,” tandasnya.

Terpisah Kepala PLN Rayon Curup, Khaidir menyampaikan jika memang pangadaan jaringan baru tersebut tidak ada ganti rugi untuk taman tumbuh. Menurutnya sejak awal pengadaan pihaknya diminta oleh desa warga Tras Lubuk Mumpu, dengan itu pihaknya ingin memenuhi.

“Namun untuk ganti rugi hal ini silahkan dikoordinasikan kepada pemkab Rejang Lebong, yang mana mereka juga yang meninta hal tersebut. Yang mana prinsipnya kami siap membangun, namun untuk tanam tumbuh tidak ada ganti rugi, jika pemkab memberikan silahkan, namun jika tidak maka kami terpaksa membatalkan pembanguan tersebut,” jelas Khaidir.(CE1)

Comments

comments

Iklan

Comments are closed.