Berita Kito Nian

Warga Masih Bingung Cara Nyoblos, KPU Rampungkan Bimtek Tungsura PPS dan KPPS

Pelaksanaan Bimtek Tungsura oleh KPU.
Inilah salah satu masyarakat Rejang Lebong tidak tahu caleg dalam pemilihan serentak tahun 2019.

CURUP, CE – Beberapa warga di Kabupaten Rejang Lebong, menilai pencoblosan serentak di tahun 2019 membingungkan. Pihak warga mengaku harus memahami betul beberapa kertas suara dalam pemilihan umum serentak tersebut. Demikian disampaikan seorang nenek Urni (58) warga Cawang Baru, Kecamatan Selupu Rejang. Sementara itu pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rejang Lebing sudah merampungkan pelaksanaan Bimtek Tungsura PPS dan KPPS pada Senin (8/4) kemarin.
“Iya saya juga milih, masalah beberapa lembar surat suara saya bingung. Jangankan siapa yang nyalon, benar-benar tidak tau. Kalau milih nanti mungkin andalan cara dulu cap cip cup aja,” ujar Urni saat diwawancarai wartawab CE, Senin (9/4) kemarin.Senada yang disampaikan Puspa (19) warga Iskandar Ong dan Utin (44) warga Air Rambai. Mereka mengaku tetap menggunakan hak pilihnya di TPS. Namun, pihaknya menggunakan hak pilihnya secara mengasal, dan mencoblos secara acak.

RENNI/CE
salah satu masyarakat Rejang Lebong tidak tahu caleg dalam pemilihan serentak tahun 2019.

“Tidak tahu. Apalagi masalah sosialisasi tidak ada kita warga diundang atau dikasih tau calon-calon yang bakal duduk di bangku dewan. Nanti kalau milih pakai hitungan kancing baju aja,” sampai Utin saat berbelanja di salah satu toko di kota Curup.Begitupun, disampaikan Johan (45) warga Curup Kota. Bapak yang berprofesi penjaga STIPER ini mengungkapkan tidak paham betul peserta calon legislatif di Tahun 2019 ini.
“Kurang pahamlah siapa saja yang calon. Kalau presiden tahu calonnya satu Jokowi dan kedua Prabowo. Tapi masalah dewan atau calon legislatif kurang paham. Mungkin nurut hati ajalah mana yang cocok yang pastinya tetap menggunakan hak pilih,” sampainya.Disampaikan inisial YY (30) warga Selupu Rejang. YY yang merupakan anggota Aparatur Sipil Negara mengakui pihak juga tidak paham betul para calon legislatif khususnya di kabupaten Rejang Lebong.”Karena kita PNS kan jadi tidak ada ikut terlibat masalah gitu. Tapi, tahu beberapa caleg yang mencalonkan diri. Karena baca di koran tadi untuk kenalinya dan ada tu beberapa caleg yang profilnya di tampilkan jadi bisa paham dari situ. Kalau diinternet juga ada, namun karena banyak kesibukan gak sempat lagi megang HP dan juga dipostingan lewatkan saja. Kalau dari koran ini kebetulan pagi ada yang ngantar koran, jadi sambil ngambil bisa lihat langsung caleg yang calon gitu,” pungkasnya.

Baca Juga

Disisi lain, KPU Kabupaten Rejang Lebong telah menuntaskan pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) Penghitungan dan Pemungutan Suara (Tungsura) untuk PPS dan KPPS di 15 Kecamatan di Kabupaten RL. Bahkan selain yang formal dijadwalkan oleh KPU RL. PPK, PPS dan KPPS akan menjalankan Bimtek mandiri non formal diwilayah kerja masing-masing untuk menguatkan pemahaman tentang pemungutan penghitungan serta rekapitulasi suara. “Sedangkan untuk yang formal, hari ini (kemarin, red) tuntas,” ujar Koordinator Teknik Penyelenggara, Faham Syah MPd I kepada wartawan.Faham menjelaskan bahwa untuk Bimtek Tungsura yang dilakukan secara mandiri jadwalnya sampai pada H-1 pelaksanaan Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang.”Dengan harapan, pada pelaksanaan nanti mereka sudah paham terkait mekanisme penghitungan dan pemungutan suara pada hari H nanti dan bisa berjalan lancar,” sampainya.
Menurut Faham, bahwa pelaksanaan Pemilu serentak yang menyisakan 9 hari lagi. Pada hari H pelaksanaan Pemilu serentak, KPU akan memasang Daftar Calon Tetap (DCT) Presiden dan Wakil Presiden maupun DCT untuk pemilihan Legislatif.”Hal tersebut, guna meminimalisir kesalahan para pemilih dalam menggunakan hak pilihnya. Sehingga pada hari H tersebut, pemilih bisa melihat DCT calon legislatif dan Presiden. Karena pada tahun ini, ada 5 surat suara yang harus dipilih untuk pemilih,” pungkasnya. (CE5/CW2)

Comments

comments

Iklan

Comments are closed.