Beranda Bengkulu Target QRIS Sudah 51 Persen

Target QRIS Sudah 51 Persen

4
0

CE ONLINE – Pengguna Quick Response Indonesia Standard (QRIS) yang diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) terus mengalami peningkatan. Dimana untuk Provinsi Bengkulu sendiri saat ini sudah tercatat mencapai 51 persen, dari target 7.400 merchant hingga akhir tahun 2021 mendatang.

“Pengguna QRIS saat ini sudah tercapai 38 ribu merchant atau sudah 51 persen dari target kita 7.400 merchant,” sampai Humas Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu Alhamdi Alfi Fajri, Minggu (4/4) kemarin.

Alfi menyebutkan, pengguna QRIS di Bengkulu sendiri, meningkat pesat selama beberapa waktu terakhir. Maka dati itu pihaknya yakin target yang ditetapkan selama tahun 2021 yakni sebanyak 75.400 marchant akan dapat tercapai.

“Kami optimis target itu tercapai untuk mendukung terciptanya ekosistem ekonomi digital di Bengkulu,” ungkapnya.

Dijelaskannya bahwa pertumbuhan pengguna QRIS (YoU) tahun 2020 di Bengkulu tumbuh sebesar 301 persen dengan rata-rata pertumbuhan bulan mencapai 12,3 persen. Hingga akhir tahun 2020 pengguna QRIS di Bengkulu mencapai 36,305 marchan. Meningkat tajam dibandingkan pada 2019 yang baru tercatat sebanyak 8,319 marchan.

“Kami memang mendorong dari sisi suplai dan demand. Bekerjasama dengan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) baik bank maupun non bank untuk menyediakan, memboarding komunitas dan sektor-sektor yang dapat dihubungkan dengan QRIS,” ungkapnya.

Lebih jauh ia juga menyebutkan, Bank Indonesia juga mencatat beberapa daerah dengan pertumbuhan QRIS tertinggi di Provinsi Bengkulu yaitu Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Kepahiang dan Kota Bengkulu.

“Sedangkan daerah yang terendah yaitu Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Bengkulu Tengah,” katanya.

Alfi berpendapat, salah satu faktor pendorong meningkatnya pengguna QRIS di Bengkulu yakni karena banyaknya kebijakan pembatasan yang diambil pemerintah selama masa pandemi COVID-19.

“Selama ini transaksi UMKM yang tidak tercatat itulah yang menopang pada saat pandemi. Pada saat transaksi ekonomi menurun ternyata ada satu transaksi yang tetap berjalan dan itu adalah transaksi melalui digital,” pungkasnya. (CE2)

Ingin Berlangganan Koran? Hubungi Whatsapp +628 2178 6396 51

IKUTI JUGA AKUN MEDSOS CE DIBAWAH INI: