SPAM Dipastikan Tetap Berlanjut

Mulyani

BENGKULU, CE – Kegiatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dipastikan masih tetap berlanjut, walaupun saat ini diketahui Badan Peningkatan Penyelenggaraan (BPP) SPAM telah dibubarkan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo. Demikian disampaikan Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Ir. Mulyani, Selasa (28/7) kemarin.
“Sedikit banyak dengan pembubaran BPP SPAM yang merupakan kebijakan Pemerintah Pusat, juga memberikan dampak di daerah. Seperti di lingkungan Pemprov saja, pegawai yang bertanggungjawab dalam penyelenggaraan SPAM ini awalnya berjumlah 12 orang, dan 2 diantaranya sudah pindah ke Kementerian,” ungkapnya.
Sementara 10 pegawai lainnya yang kesemuanya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) belum diketahui bakal dipindahkan kemana. Maka dari itu pihaknya bakal berkoordinasi terlebih dahulu, terutama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemprov terkait 10 pegawai ini pasca dibubarkannya BPP SPAM.
“Kalau di Provinsi kita ini namanya SPAM Kobema (Kota, Bengkulu Tengah, dan Seluma). Tapi yang jelas dengan pembubaran itu, bukan berarti kegiatan SPAM tidak ada lagi. Dalam artian tetap ada, namun nantinya ditangani pada bidang apa, kita koordinasikan dulu dengan Kementerian PUPR RI,” ujarnya.
Dilanjutkannya, kalau mengacu pada keputusan Kementerian PUPR RI, tugas BPP SPAM itu bakal dialihkan ke Direktorat Jendral (Ditjen) Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan serta Cipta Karya.
“Bisa jadi nantinya untuk daerah kita sesuaikan seperti itu. Namun untuk pastinya kita tunggu petunjuk Pusat,” katanya.
Lebih jauh dikatakannya, kalau tahun lalu masih ada kegiatan SPAM di Provinsi Bengkulu, seperti pembebasan lahan untum intake di Kabupaten Benteng, dan survei jalur.
“Pembangunan bersifat fisik memang belum ada. Tahun ini karena pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), sama sekali tidak ada kegiatan SPAM di Provinsi kita,” pungkasnya. (CE2)

Iklan

Comments are closed.