Berita Kito Nian

Sampah Penuhi Halaman Masjid Agung

RANDES/CE
Suasana di depan Masjid Agung Sultan Abdullah Lebong

LEBONG, CE – Dari pantauan wartawan CE dilapangan terlihat banyak sekali sampah berserakan di depan Masjid Agung Sultan Abdullah Lebong. Dimana sampah sampah yang berserakan ini berasal dari pedaganag dan juga bekas makanan masyarakat yang berkunjung baik untuk shalat maupun berselfie ria di depan masjid agung.

Sementara itu terkait dnegan banyaknya sampah di depan masjid agung tersebut diungkapkan Kapolsek Lebong Atas, Teguh Prasetya bahwa hal ini merupakan tanggungjawab pedagang dan juga tukang parkir yang ada di lokasi. Dimana pedagang dan juga juru parkir yang ada di lokasi ini tidak lain merupaka warga sekitar masjid.

“Karena memang yang mengambil keuntungan di lokasi adalah warga yang berdagang dan juga menjadi juru parkir di lokasi maka hendaknya merekalah yang bertanggung jawab terhadap kebersihan di lokasi tersebut,” sampai Kapolsek.

Sementara itu terkait dengan pungutan yang dilakukan oleh juru parkir yang tdiak resmi tersebut menurut Kapolsek hal tersebut tidaklah masalah dan sebelumnya sudah dikoordinasikan dengan pihaknya. Dimana menurutnya selama pungutan yang dilakuan masih ebrsifat normatif maka hal tersebut tidak masalah.
“Itu kan sifatnya sukarela, kecyali kalau memang sifatnya mereka memaksa maka baru kita kaan turun untuk mengamankan,” ungkapnya.

Terpisah Doni yang merupakan salah satu juru parkir di lokasi tersebut menuturkan bahwa diriya bersamad dengan 7 juru parkir lainnya yang ada di lokasi sudah melakukan pembersihan di pagi hari. Sehingga hanya saja seiring pengunjung yang datang sampahpun kembali bertebaran.

“Anggota pengurus parkir sebanyak 8 orang yang membersikan lingkungan masjid agung sultan abdullah itu setiap pagi,” sampainya.

Ditambahkan Ogik yang juga merupakanm pengurus parkir lainnya, mengatakan bahwa parkir yang di depan masjid agung sultan abdullah sendiri tidak ada patokan tarif yang dipungut. Melainkan diambil sukarela dari pengunjung dengan nilai yang tidak ditetapkan.

“Kami mengambil uang parkir tidak di tetapkan nilainya, sukarela dari pengunjung saja,”tandasnya.(CE4)

Comments

comments

Iklan

Comments are closed.