Berita Kito Nian

Pasien RSUD Jalur Dua Mulai Membludak

HAJROLLAH/CE
Jumlah pasien di RSUD Jalur Dua yang terus meningkat.

CURUP, CE – Jumlah pasien yang berobat di RSUD Jalur dua terus mengalami peningkatan. Bahkan tidak sedikit pasien yang harus berdiri menunggu antrean karena tidak dapat kursi diruang tunggu. Disisi lain kondisi ini disebabkan koneksi internet yang tidak stabil sehingga pelayanan terhadap pasien yang menggunakan BPJS sedikit terkendala. Menanggapi hal tersebut Direktur RSUD Curup, Drg Asep Setiawan Budiman melalui kepala bidang pelayanan, Sopan Wahyudi Ssi Apt Mph mengatakan pihaknya terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Memang saat ini jumlah pasien di RSUD terus mengalami peningkatan mayoritas masyarakat RL dan ada juga dari masyarakat luar seperti kepahiang serta tidak sedikit dari mereka yang menggunakan BPJS sedangkan saat ini kita masih menggunakan modem untuk koneksi internet menginput data pasien BPJS karena jaringan yang tidak stabil makanya pelayanannya sedikit lama tapi kita sudah berkoordinasi kepihak telkom untuk pemasangan Wifi dan dalam waktu dekat akan segera terpasang,” ujarnya.

Sopan juga terus melakukan pemantaun di RSUD jalur dua guna memastikan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat benar-benar optimal.

“Kami secara bergantian piket di RSUD jalur dua guna memastikan masyarakat yang datang berobat mendapatkan pelayanan yang optimal karena jangan sampai masyarakat yang jauh-jauh datang kesini tetapi malah merasa kecewa dengan pelayanan kita,” imbuhnya.

Sementara itu salah satu pasien, Heni (32) warga Air Meles Bawah mengatakan dirinya cukup puas terhadap pelayanan RSUD jalur dua akan tetapi dia berharap tranportasi menuju RSUD jalur dua semakin lancar dan tarifnya juga ditetapkan.

“Ya walaupun kita antri tapi melihat pegawai memang bekerja kita merasa puas yang kita kecewa itu kita lah lama antri tapi pegawainya malah malas-malasan, tapi yang tak kalah penting masalah transportasi untuk kesini yang harus lancar dan tarifnya juga harus ditentukan karna pertama saya kesini naik ojek ongkosnya sampai Rp 15.000,” pungkasnya.(CW1)

Comments

comments

Iklan

Comments are closed.