Program Kartu Pra Kerja Sepi Peminat

Ilustrasi/NET

BENGKULU, CE – Program kartu pra kerja beberapa bulan yang lalu, sampai saat ini terbilang masih sepi peminat. Pasalnya dari total kuota 28.200 kartu prakerja untuk Provinsi Bengkulu, tercatat baru sebanyak 7.986 kuota kartu pra yang terisi.
“Saat ini baru terisi sebanyak 7.986 kuota sehingga masih ada 20.214 kuota lagi yang masih tersisah,” sampai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu, Sudoto M.Pd melalui Koordinator Posko Pra Kerja, Widhiswastya.
Dikatakannya, tahapan program prakerja saat ini sudah sampai gelombang 3 dari 30 gelombang yang dibuka. Selain itu, untuk administrasi pembayaran insentif yang sebelumnya sempat terhenti karena dievaluasi KPK sekarang sudah bisa dilakukan.
“Saat ini untuk pembayaran sudah diberikan termasuk untuk pelatihan,” ujarnya.
Untuk diketahui, para pemakai kartu pra kerja ini diberikan insentif dibayarkan sesudah mengikuti pelatihan. Kemudian akan mendapatkan jadwal penerimaan insentif tersebut.
“Sampai saat ini untuk gelombang ke empat belum dibuka,” katanya.
Sementara itu, saat evaluasi KPK pembayaran sempat ditunda, namun terhitung akhir Juni yang lalu pembayaran sudah diberikan. Untuk jumlah pembayaran insentif sendiri pihaknya masih menunggu data dari Kementerian Tenaga Kerja Pusat.Karena hingga saat ini pihak kementerian belum memberikan data jumlah realisasi pembayaran yang sudah diberikan.
Manfaat bagi pemegang Program Kartu pra kerja akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 3.550.000. Bantuan ini terdiri dari biaya pelatihan sebesar 1 juta, insentif pasca pelatihan sebesar Rp 600 ribu perbulan selama 4 bulan, dan survey kebekerjaan sebesar Rp 150 ribu.
“Kita sudah menyurati agar mengetahui jumlah pembayaran tersebut, kita masih menunggu,” pungkasnya.
Untuk diketahui, untuk pendaftaran Kartu Pra Kerja ini hanya perlu menyiapkan KTP, dan beberapa administrasi lainnya yang harus dipersiapkan. Nantinya para peserta ini, akan mendapatkan pelatihan ketrampilan. (CE2)

Iklan

Comments are closed.