Beranda Hot News Pendaftaran BPUM Masih Sepi

Pendaftaran BPUM Masih Sepi

159
0
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disparkop UKM) Kepahiang, H. Husni Thamrin, SE,

CE ONLINE – Sepekan sejak dibukanya pendaftaran penerima program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang dilakukan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Kabupaten Kepahiang. Sampai dengan kemarin dikatakan Kadis Perdagangan Kop UKM Kepahiang H. Husni Thamrin, SE pihaknya belum menerima adanya calon penerima yang mendaftarkan diri kepada pihaknya.

Sedangkan sosialisasi dibukanya kembali program bantun permodalan untuk pengembangan usaha mikro paska terjadinya Wabah Corona tahun 2021.

Ditegaskan Husni telah pihaknya sampaikan kemasing-masing pemerintahan Desa dan Kelurahan se Kabupaten Kepahiang
“Kalau sampai dengan akhir pekan kemarin, belum ada yang daftar, mudah- mudahan Senin ini (Hari ini, red) sudah ada yang daftar, karena sosialisasi BPUM dan apa saja yang mesti disiapkan oleh calon penerima sebagai syarat pengajuan bantuan sudah kami sampaikan ke 117 desa dan kelurahan, untuk kembali disosialisasikan kemasrakat wilayah kerja masing masing,” kata Husni.

Dijelaskannya, dalam petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis yang pihaknya terima dari pemerintah pusat, sebagai syarat yang wajib ada dan dilampirkan untuk menerima BPUM adalah sebagai berikut, melampirkan Foto kopi KTP dan KK, melampirkan Surat Keterangan usaha (SKU) yang ditandatangai Lurah/Kades, diusulkan melalui kades atau lurah, dan tidak ada pinjaman KUR.

“Memang tidak ada menyebutkan batas akhir pendaftaran, tapi jika kuota nasional penerima BPUM sudah terpenuhi, maka secara otomatis, dan saat kita mendaftar sudah tidak bisa lagi dan ditolak,” ujarnya.

Sedangkan untuk kuota nasional calon penerima BPUM 2020 sebut Husni hanya dibatasi sebanyak 12 juta UMKM. Masih disebutkan Husni, BPUM 2021 berbeda dengan BPUM 2020, perbedaannya hanya pada bantuan yang akan diterima masing-masing UMKM, jika pada tahun 2020 per UMKM mendapatkan bantuan permodalan sebesar Rp 2,4 juta, sedangkan BPUM 2021 hanya sebesar Rp 1,2 juta per UMKM.

“Sebaiknya lebih cepat karena dibatasi dengan kuota nasional tadi, jangan sampai saat kuota penuh kita baru mengajukan dan ini sudah pasti kita tidak akan mendapatkannya. Kalau untuk jumlah yang bakal kita usulkan sebanyak mungkin, berapa yang daftar itu yag kita usulkan, soal nanti dapat atau tidak itu semua ada pada keputusan tim verifikasi yang ada di pusat, kami hanya mengusulkan.” tukas Husni. (CE7)

Ingin Berlangganan Koran? Hubungi Kontak Whatsapp +62 821-7863-9651

IKUTI JUGA AKUN MEDIA SOSIAL CE DIBAWAH INI: