Pemprov Siapkan Protokol Covid Saat Kurban

DOC/CE Suasana pemotongan hewan kurban.

BENGKULU, CE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu saat ini sedang menyiapkan protokol kesehatan pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah. Hal ini sebagaimana diungkapkan Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah, Minggu (5/7) kemarin.
“Sedang dirapatkan protokol kesehatan untuk pemotongan hewan kurban pada Idul Adha tahun ini. Kita tidak mengurai nilai syariat nya dan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” kata Rohidin.
Rohidin juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang berpotensi orang berkerumun tanpa protokol kesehatan yang ketat. Karena akan mengganggu petugas yang saat ini sedang fokus melakukan testing dan tracing tentunya.
“Dengan adanya protokol kesehatan itu, kita ingin pemotongan hewan kurban dilakukan sesuai syariat. Tapi tetap menjaga keamanan penyebaran Covid-19 karena hewan juga memiliki potensi penyebaran virus atau bakteri,” sampainya.
Senada dengan Pemprov Bengkulu, Baznas Bengkulu juga akan menerapkan protokol kesehatan sesuai yang ditentukan oleh Kementerian Pertanian dalam pengelolaan hewan kurban di masa pandemi Covid-19. Selain memperhatikan aspek syariah dalam mengolah daging hewan kurban pada momentum Hari Raya Idul Adha.
Dijngkapkan ketua Baznas Provinsi Bengkulu Drs. H. Mukhtaridi Baijuri MM, dalam menerapkan protokol Covid-19, bukan berarti mengurangi nilai syariat dalam berkurban.
“Jadi selain memperhatikan aspek syariah, pengelolaan kurban kita lakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang mengacu pada surat edaran Direktorat Jenderal peternakan dan kesehatan hewan Kementrian Pertanian tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Covid-19,” ujar Mukhtaridi.
Pengelolaan hewan kurban nantinya, hingga penyembelihan dilakukan di peternakan profesional dengan penerapan protokol kesehatan. Seperti pengecekan suhu badan untuk petugas pemotongan, penerapan physical distancing, penggunaan APD (masker, sarung tangan dan baju khusus), penerapan cuci tangan, hingga penyemprotan disinfektan.
“Proses pengolahan daging kurban menjadi rendang dan kornet juga mengikuti standar kesehatan Covid-19,” singkatnya. (CE2)

Iklan

Comments are closed.