Menjelang Akhir Panen Raya, Harga Kopi Merangkak Naik

RENNI/CE Pekerja lakukan pengecekan kualitas kopi di Gudang Kopi, Curup.
RENNI/CE
Pekerja lakukan pengecekan kualitas kopi di Gudang Kopi, Curup.

CURUP, CE – Musim panen kopi hampir habis membuat harga kopi merangkak naik. Informasi dari beberapa gudang di Curup, Senin (20/5) kemarin kenaikan sementara ini berkisar Rp 500 per kilogramnya.
“Dari sebelumnya Rp 17 ribu perkilogramnya menjadi Rp 17.500 perkilogramnya. Namun, tergantung dengan kualitasnya bagus atau tidak harga kini Rp 17.500 ribu perkilogram sampai Rp 18 ribu perkilogram,” ujar tauke kopi Dusun Curup, Jimi (39). Jimi menyampaikan pihaknya pernah membeli biji kopi kering dari petani antara Rp 22.000 sampai Rp 23.000 perkilogramnya. Namun, pada tahun 2019 ini pihaknya mengakui harga kopi turun drastis mengingat stok dan kualitas biji kopi kering.
“Dari tahun sebelumnya, tahun ini termasuk murah harga biji kopi kering ini. Namun, sudah mulai merangkak naik walaupun naiknya Rp 500 hingga Rp 1000 perkilogramnya. Naik turunnya harga kopi ini tidak bisa kita tetapkan. Dan, kita kirim ke sejumlah pabrik kopi di Provinsi Lampung, Jambi dan Palembang,” jelasnya.Sementara itu, Jon (43) warga Sukaraja yang merupakan petani kopi. Pihaknya mengakui setiap tahun terjadi pasang surut harga biji kopi kering.
“Kalau baru masuk musim panen, harga kopi turun dan jika musim panen hampir habis harganya naik kembali. Tapi, kini masih murah harga segitu, karena mengingat perawatan kopi itu baik pupuknya,” pungkasnya. (CW2)

Comments

comments

Iklan

Comments are closed.