Beranda Berita Feature Mengenal Lebih Dekat Ryaas Randa, Pedangdut Muda Rejang Lebong

Mengenal Lebih Dekat Ryaas Randa, Pedangdut Muda Rejang Lebong

1098
0
HABIBI/CE Duta Dangdut Indonesia, Ryaas Randa Perwakilan Provinsi Bengkulu asal Kabupaten RL didampingi sang ayah saat menerima kunjungan jurnalis Curup Ekspress ke kediamannya pada Kamis (5/3) kemarin.
HABIBI/CE
Duta Dangdut Indonesia, Ryaas Randa Perwakilan Provinsi Bengkulu asal Kabupaten RL didampingi sang ayah saat menerima kunjungan jurnalis Curup Ekspress ke kediamannya pada Kamis (5/3) kemarin.

Ryaas Randa, remaja berusia 17 tahun asal Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu belakangan ini namanya mulai melejit seantero Indonesia. Bagaimana tidak, namanya mulai melejit saat ia masuk sebagai salah satu finalis ajang pencarian bakat Liga Dangdut Indonesia yang disiarkan salah satu televisi nasional (Indosiar). Penasaran dengan apa saja pengalaman Randa selama menjadi finalis LIDA, wartawan koran CE tertarik berbincang lebih jauh dengan Ryaas Randa. Berikut liputanya.


HABIBI IFRIANSYAH, CURUP

Kamis (5/3) siang, wartawan CE mulai berangkat dari Kantor Surat Kabar Harian (SKH) Curup Ekspress yang beralamatan di Kelurahan Kesambe Baru menuju kediaman Randa di Kelurahan Air Bang dengan perjalan kurang lebih 15 menit lamanya. Sesampainya, wartawan koran ini langsung disambut orang tua Randa yakni Bapak Hermansyah yang mempersilahkan kami untuk masuk. Namun saat wartawan koran ini sampai sudah terlihat banyak tamu yang datang kerumah Randa baik itu sanak keluarga, kerabat hingga fans Randa yang hadir yang ingin mengabadikan momen bersama Randa.

Tidak lama kemudian, kami datang dan duduk bersama dengan orang tua. Disitulah saya mulai berbincang-bincang dengan orang tua Randa sembari menanyakan beberapa pertanyaan seputar Randa. Dengan santainya, Hermansyah selaku orang tua Randa mengatakan bahwa dirinya tidak menyangka sebelumnya hingga Randa menjadi finalis 6 besar Liga Dangdut Indonesia.

“Awalnya Randa merasa cukup jika sudah tampil di televisi dan ditampilkan diseluruh Indonesia bahkan itu merupakan pengalaman terbesar Randa. Tetapi setelah Randa dinyatakan lolos ke babak selanjutnya sampai pada 6 besar itu merupakan pencapaian yang luar biasa,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Hermansyah menceritakan bahwa Randa memang sudah sejak kecil kurang lebih 4 tahun pada waktu TK sudah hoby bernyanyi. Ia menyebutkan kompetisi pertama yang diikuti Randa yakni lomba lagu Nasyid se Sumbagsel tingkat TK sekitar tahun 2008 mewakili TK RR, bagaimana tidak diawal kompetisi Randa bersama grup nasyidnya didapuk menjadi juara I. Kemudian saat Randa menginjak kelas II SD hingga 3 tahun berturut-turut Randa didapuk menjadi juara I dalam lagu daerah Rejang.

“Untuk bakat menyanyi dominan dari Ibunya. Sedangkan bakat musik, Randa memiliki kemampuan memainkan musik secara otodidak. Artinya sedikit diajarkan kunci dasarnya dari kakaknya, kemudian belajar sendiri dan sebagainya,” sampainya.

Kemudian Ryaas Randa, juga menyempatkan menceritakan sedikit pengalamannya selama masa karantina. Ia mengatakan selama masa karantina, ia banyak memiliki pengalaman yang berharga. Artinya banyak ilmu yang didapat, mulai bagaimana mengaransemen lagu menghafalkan lagu baru dan belajar koreografi.

“Saya berharap kedepan banyak rejeki untuk Randa. Ada kontrak 4 tahun dari Indosiar, saya terimakasih kepada masyarakat yang telah mensupport Randa hingga Randa sampai di 6 besar,” tandasnya. (**)