Beranda Berita Daerah Lebong Melalui Kades, Wabup Dorong Masyarakat Produksi Masker

Melalui Kades, Wabup Dorong Masyarakat Produksi Masker

4
0
IST/CE Wabup saat memimpin rapat tim pengawasan aliran kepercayaan masyarakat dalam menghadapi new normal

LEBONG, CE – Wakil Bupati (Wabup) Lebong Wawan Fernandez SH MKn, mendorong seluruh kepala desa untuk memberdayakan masyarakatnya dalam mencegah penularan virus corona (covid-19). Salah satu cara yang bisa dilakukan dengan melibatkan para pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) seperti tukang jahit. Sebab, saat ini tingkat kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 masih dinilai rendah. Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat Tim Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (PAKEM) Kabupaten Lebong bertema “Peran Tim PAKEM dalam Menghadapi New Normal Covid-19” di Gedung Graha Bina Praja Setda Lebong kemarin.
“Karena itu, pihak desa perlu digerakkan untuk melakukan produksi masker yang diperuntukkan bagi warganya, sehingga tidak ada lagi alasan bagi warga yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas,” ungkapnya.
Dirinya juga menyarankan Satgas Covid-19 perlu membuat spanduk di 2 posko perbatasan Kabupaten Lebong yang menekankan pentingnya mematuhi protokol kesehatan.
“Kemenag juga diminta agar mensosialisasikan kepada khatib untuk selalu mengingatkan terkait pentingnya saling menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” jelasnya.
Dirinya mengatakan bahwa, terkait radikalisme, hingga saat ini belum ditemukan dakwah dari kelompok tertentu yang menyimpang dari pemurnian tauhid.
“Khusus untuk Jamaah Tabligh (JT) akan diberikan pemahaman agar tetap mematuhi protokol kesehatan dalam kegiatan dakwahnya,” singkatnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Lebong Drs H Ajamalus SH menambahkan, dalam pelaksanaan ibadah di rumah ibadah selama masa pandemi, Kemenag sudah menyampaikan Surat Edaran (SE) melalui KUA untuk disosialisasikan kepada masyarakat dan pengurus masjid terkait penerapan protokol kesehatan. Namun berdasarkan hasil pemantauan, hingga saat ini tingkat kepatuhan masyarakat masih relatif rendah.
“Terkait paham radikal, hingga saat ini belum ada konflik ataupun gesekan di tengah masyarakat. Perbedaan terjadi hanya di tingkat pemahaman, namun tidak sampai menimbulkan perpecahan,” tandasnya. (CE4)