IST/CE Kondisi longsor di Kecamatan Selupu Rejang.

CE ONLINE – Bencana alam longsor kembali terjadi di Kabupaten Rejang Lebong. Kali ini, longsor terjadi di Batu Kelir Danau Mas Harun Bastari (DHMB) Desa Mojorejo Kecamatan Selupu Rejang pada Minggu (16/5) sekira pukul 18.30 WIB. Di sisi lain, ladang sayur milik Wahyudi (27) dan Gustimo (27) warga setempat rusak akibat longsor.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Puji Prayitno SIK MH saat dikonfirmasi membenarkan perihal longsor tersebut. Dimana longsor tersebut, diakibatkan oleh curah hujan yang cukup tinggi sehingga material tanah yang berada di tebing belakang rumah korban dengan kemiringan 45° dengan ketinggian sekitar 200 meter runtuh dan hanyut terbawa arus air sehingga masuk ke dalam 2 unit rumah serta halaman yang berada di sekitar TKP dan merusak tanaman sayur mayur milik para korban.
“Kejadian tersebut terjadi pada Minggu, 16 Mei 2021 sekira pukul 18.30 WIB atau setelah selesai salat Magrib,” ujarnya kepada wartawan, Senin (17/5).

Adapun kronologis kejadian tersebut, menurut Kapolres bermula saat korban Wahyudi sedang berada dalam rumah mendengar suara pohon roboh dan sesaat kemudian air bercampur tanah masuk kedalam rumahnya. Mendapati hal tersebut, korban lantas keluar dan melihat di atas rumahnya terdapat pohon tumbang dan tanah longsor.
“Kemudian mendapati hal tersebut, korban langsung menyelamatkan istri dan anaknya selanjutnya langsung meminta tolong kepada masyarakat. Kemudian dibantu masyarakat sekitar mengevakuasi isi rumah untuk diselamatkan. Sementara pasca kejadian 2 keluarga terdampak longsor di evakuasi ke rumah warga. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian akibat rusaknya tanaman sayur milik korban ditaksir Rp 4 juta,” sampainya.

Terpisah Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, M Budianto mengimbau kepada kalangan masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini. Dimana diketahui, belakangan ingin terjadi hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang sehingga berpotensi terjadinya bencana alam seperti longsor.
“Dengan kondisi saat ini, kita meminta masyarakat untuk waspada terhadap bencana alam seperti longsor ini,” katanya.

Sejauh ini, kata Budi bahwa laporan bencana alam khususnya selama libur Lebaran yakni longsor. Meskipun demikian, kata Budi bahwa bencana alam lainnya juga harus diwaspadai seperti banjir, angin kencang, pohon tumbang hingga gempa bumi.
“Yang namanya bencana tidak tahu kapan terjadi. Namun kita tetap harus mewaspadai itu,” tandasnya.

Di sisi lain, untuk diketahui bahwa bencana longsor kerap terjadi di jalan lintas Curup-Lubuklinggau. Kemudian untuk banjir kerap terjadi di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS). Sedangkan untuk angin kencang puting beliung belakangan terjadi di Kecamatan Bermani Ulu dan Bermani Ulu Raya. (CE5)

Ingin Berlangganan Koran? Hubungi Kontak Whatsapp +62 821-7863-9651

IKUTI JUGA AKUN MEDIA SOSIAL CE DIBAWAH INI: