Jembatan Gantung Senilai Rp 2,5 Miliar Terkendala Pembebasan Lahan

DOK/CE Jembatan gantung desa Lubuk Ubar segera dilakukan pembangunan pasca putus tahun 2018 lalu.
DOK/CE
Jembatan gantung desa Lubuk Ubar segera dilakukan pembangunan pasca putus tahun 2018 lalu.

“Pihak satker provinsi sudah juga kesana. Dan, pemenang lelang sudah, tinggal pembangunan dari kesiapan desa. Ini yang sekarang masih terbentur dengan lahan tersebut. Dan, ada masyarakat yang keberatan,”
ujar Yusran Fauzi ST MT

CURUP, CE – Pembangunan jembatan gantung di desa Lubuk Ubar, Kecamatan Curup Selatan senilai Rp 2,5 miliar terkendala pembebasan lahan dalam proses pembangunanya. Akibatnya jembatan gantung tersebut sampai saat ini belum dilakukan pembangunan. Disisi lain pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Rejang Lebong, tetap optimis pembangunan jembatan gantung putus pada awal 2018 lalu tersebut akan terealisasi secepatnya.
“Tahun ini akan segera dibangun yang menelan angka Rp 2,5 Miliar,” ujar Kadis PUPR RL, , Yusran Fauzi ST MT.
Yusran menjelaskan pembangunan jembatan tersebut memiliki panjang 84 meter. Dimana, pembangunan jembatan ini dibiayai oleh dana APBN yang dilakukan pihak Kementerian PUPR.
“Pembangunan jembatan ini dibiayai oleh dana APBN oleh pihak Kementerian PUPR. Dimana, kita juga saling berkoordinasi dengan satker provinsi. Rencananya panjang 84 meter dan lebarnya sekitar 2 meter lebih,” jelasnya.
Selain itu, Yusran menyampaikan hingga saat ini terkait kesiapan materil pembangunan sudah 100%. Namun, sayangnya pihaknya masih terkendala pembebasan lahan di Desa Lubuk Ubar tersebut.
“Pihak satker provinsi sudah juga kesana. Dan, pemenang lelang sudah, tinggal pembangunan dari kesiapan desa. Ini yang sekarang masih terbentur dengan lahan tersebut. Dan, ada masyarakat yang keberatan,” pungkasnya. (CE3)

Comments

comments

Iklan

Comments are closed.