Beranda Berita Daerah Curup Metropolis Hasil Survey PGRI, 89 % Orang Tua Inginkan Belajar Tatap Muka

Hasil Survey PGRI, 89 % Orang Tua Inginkan Belajar Tatap Muka

19
0
Asep Suparman

CURUP, CE – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Rejang Lebong mengatakan, jika saat ini orang tua yang ada di Rejang Lebong menginginkan anak mereka untuk belajar tatap muka disekolah. Hal ini hasil dari kuisioner yang pihaknya lakukan pada 3000 orang tua siswa di Rejang Lebong mulai dari TK, SD, SMP dan SMA /SMK di Rejang Lebong.
“Sehingga jika memang nantinya keadaan sudah membaik dan Rejang Lebong sudah kembali pada zona hijau, maka ada baiknya bisa langsung dilakukan belajar tatap muka,” sampai Seketaris PGRI Rejang Lebong, Asep Suparman SIP MPd, kemarin di Rejang Lebong.
Lebih jauh Asep menyampaikan, jika belajar jarak jauh yang dilakukan saat ini begitu banyak berdampak untuk siswa sekolah dan juga guru. Pasalnya belajar jarak jauh sendiri mengurangi fungsi mendidik guru pada siswa, yakni fungsi pembinaan, nesehat, pendidikan prilaku, dan juga yang behubungan pada mendidik.
“Karena hal ini sendiri hanya dimiliki oleh guru, namun berbeda dengan fungsi mengajar, jika fungsi mengajar, saat ini sudah ada teknologi yang canggih dalam satu genggaman seluruh ilmu dimiliki, namun pada guru hanya ada satu bidang keahlian, misalnya guru matematika. Tetap hal terpenting yakni pada fungsi mendidik siswa yang harus digaris bawahi,” jelasnya.
Pihaknya sendiri hanya menyarankan pada pemkab Rejang Lebong untuk membuat aturan, jika siswa tetap melakukan belajar dirumah, namun ada satu hari mereka bisa belajar disekolah, untuk mendapatkan didikan guru, hal ini juga untuk melepaskan kepenatan anak yang terus diberi tugas dari jarak jauh.
“Sehingga ada baiknya pola ini bisa diterapkan di Rejang Lebong,” ujarnya.
Kendati demikian pihaknya tetap mengingatkan untuk disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, dimana sekolah harus diwajibkan miliki termopgun (Pengecek Suhu tubuh), wajib mengenakan masker, wajib setiap kelas ada fasilitas cuci tangan, dan kelas sendiri tepat duduk diatur sebagai mana mestinya agar pisycal distensi bisa terlaksanakan.
“Hal ini sendiri tetap harus dijalankan, sebagai antisipasi penyebaran covid 19 di Rejang Lebong, sehingga pendidikan di Rejang Lebong tetap bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (CE1)