Berita Kito Nian

Harga Produksi Anjlok, Disprendag Sosialisasi

Drs Samsul Bahri

CURUP, CE – Menanggapi anjloknya harga produksi pertanian para petani beberapa bulan terakhir. Saat ini pihak Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (Diskoperindag) Rejang Lebong sudah melakukan sosialsiasi kepada para tauke dan tengkulak terkait kondisi tersebut.

“Kita sudah melakukan operasi pasar dan kita juga sudah panggil beberapa toke ataupun tengkulak terkait anjloknya harga hasil pertanian tersebut akan tetapi kita saat ini hanya bisa melakukan soialisasi terkait masalah ini sebab belum ada payung hukum untuk melakukan tindakan,” sampai Kabid Perdagangan Disperindag RL, Drs Samsul Bahri, kemarin.

Samsul juga mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan penggodokan terkait aturan yang dapat mengatur masalah harga hasil pertanian untuk menjaga kestabilan harga hasil panen pertanian tersebut.

“Saat ini aturan terkait masalah tersebut sedang kita godok kemudian akan kita usulkan supaya memiliki payung hukum sebagai dasar kita melakukan penindakan kepada para tengkulak ataupun toke yang melakukan pembelian dibawah harga standar,” katanya.

Sementara dari pantauan CE dilapangan beberapa bulan terakhir hampir seluruh hasil pertanian di wilayah Rejang Lebong mengalami penurunan harga seperti harga cabe,tomat,daun bawang,kol,sawi,kopi, gula aren dan jenis pertanian lainnya. hal ini tentu membuat para petani mengeluh bahkan tidak sedikit dari para petani mengalami kerugian. Disampaikan salah seorang petani Aren, Kasimin (53) Warga Talang Ulu bahwa turunnya harga aren sudah cukup lama bahkan saat ini harga 1 kg aren sama dengan harga 1kg beras.

“Sudah cukup lama bahkan diawal tahun ini sudah beberapa kali terjadi penurunan mulai dari harga Rp 15 ribu/kg turun menjadi Rp Rp 14 ribu/kg turun lagi Rp 13,5/kg bahkan sekarang harganya berkisar antara Rp 11 ribu hingga Rp 12 ribu/kg jadi kalau kita menjual 1kg gula aren itu kita hanya dapat beras 1kg,” pungkas.(CW1)

Comments

comments

Iklan

Comments are closed.