Geram, Warga PUT Jebol Pipa PDAM

MAWIT/CE Bekas galian pipa PDAM yang dilakukan warga PUT pasca air PDAM didaerah tersebut tidak mengalir sejak beberapa pekan terkahir.

PUT, CE – Kesabaran warga yang ada didalam kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), mencapai puncaknya pada Senin (7/1) kemarin. Ini lantaran pasokan air PDAM yang tak kunjung mengalir kerumah warga yang notabene pelanggan setia PDAM sejak beberapa pekan terakhir. Puncaknya, kekesalan warga diluapkan dengan melakukan penjebolan pipa distribusi milik PDAM sekitar pukul 14.00 WIB kemarin.
Pantauan CE, begitu mendapati pipa PDAM. Warga langsung melakukan penggalian dan mengambil air dalam pipa tersebut dengan ember, jerigen untuk kebutuhan mandi cuci kakus (MCK) warga. Sedikitnya ada 9 titik lokasi pipa yang dijebol warga, diantaranya didepan Polsek, depan Koramil, daerah pasar dan beberapa pipa didepan rumah warga.
Dari pengakuan beberapa warga, pihaknya sudah sangat geram dengan tidak kunjung adanya air yang mengalir sejak beberapa pekan terakhir ini. Pihak warga juga menilai tidak adanya keseriusan dari pihak PDAM untuk menangani masalah air PDAM yang tidak mengalir ini khususnya pada desa Ulak Tanding, .


“Ini sudah kelewatan, apa yang dilakukan oleh pihak PDAM kota Lubuklinggau. Seharusnya air di dalam pipa ini ada. Kok tidak ada sama sekali?,” terang Orin kepada CE.

Disisi lain, dalam kesempatan yang sama Direktur PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong Orin Retnowati ST MT melakukan pemantauan langsung kebeberapa pipa distribusi PDAM diwilayah PUT. Hasilnya memang sama sekali tidak ada pasokan air dalam pipa PDAM tersebut, sehingga wajar warga tidak mendapat pasokan air bersih sedikitpun.
Diakui Orin, jika dalam pendistribusian air PDAM yang bersumber dari penampungan air di Desa Apur Kecamatan Sindang Beliti Ulu (SBU) pihaknya bekerjasama dengan pihak PDAM Lubuklinggau. Dimana dari kesepakatan tersebut sumber mata air disepakati akan mengaliri wilayah di PUT dan sebagian wilayah Lubuklinggau dengan pipa distribusi yang berbeda.
“Ini sudah kelewatan, apa yang dilakukan oleh pihak PDAM kota Lubuklinggau. Seharusnya air di dalam pipa ini ada. Kok tidak ada sama sekali?,” terang Orin kepada CE.
Menurut Orin dengan kondisi tersebut jelas sekali ada semacam sabotase yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab. Dimana untuk pipa PDAM yang mengalir kewilayah PUT tidak dialiri air sedangkan untuk kewilayah Lubuklinggau airnya melimpah.
“Bisa jadi ini seperti itu, karena pipa kita sama sekali gak ada airnya,” singkatnya.
Lebih jauh diterangkan Orin, pihaknya saat ini sedang melakukan perbaikan beberapa pipa diwilayah Muratelita. Karena kemungkinan pasokan air terhenti karena penyebab pipa yang pecah atau rusak bisa saja terjadi.
“Untuk saat ini kami sebatas melakukan perbaikan terhadap pipa yang ada jalar PUT. Kalau saja hal yang kita lakukan ini tidak berhasil, kemungkinan kita akan mengambil kebijakan. Tapi kami tetap koordinasi dulu dengan pihak Pemkab. Pihak PDAM Lubuklinggau tidak ada koordinasi dengan kita, baik itu melakukan perbaikan dan yang lainnya. Yang jelas aksi warga hari ini secara langsung saya belum mengatahui. Saya dapat imfo dari warga dan petugas PDAM kita,” akunya.
Sementara menanggapi adanya penjebolam pipa milik PDAM, Orin mengaku dirinya belum mengetahui secara pasti. Hanya saja memang ada beberapa laporan dari bawahanya terkait info tersebut.
Diakuinya memang ada warga sekitar PUT yang sudah dua kali datang ke unit PDAM PUT untuk menayakan kapan air PDAM hidup dan memitak kejelasan masalah air tersebut.
“Pertamnya mereka datang pada pukul 10.30.wib, untuk yang kedua mereka datang lagi pada pukul 13.30 wib. Mungkin sepulang dari sini mereka melakukan aksi itu,” jelas Orin.
Terpisah Camat PUT, Rosita SH ketika melakukan dikusi dengan Direktur PDAM yang berada di kantor Unit PDAM PUT menjelaskan aksi warga yang dilakukan tersebut sudah cukup wajar.
“Karena mereka menunggu berhari-hari, air pam yang ada di wilanyah PUT ini tidak hidup, sehinga warga mengalami kerisis air,” sampai Camat.
Dalam kesempatan itu, Camat juga bertanya langsung dengan Direktur PDAM bagaimana sulusi krisis air yang dialami warga ini sehingga masalah ini segera disesaikan.
“Tadi saya juga sudah melapor kepada pihak Pemkab, hanya sebatas sambungan telepon. Mungkin besok (hari ini,red) kita bikin sirat secara tertulis ke Pemkab,” pungkas Camat.(SR1)

Comments

comments

Iklan

Comments are closed.