Dini Hari, Kantor Disdikbud Dilalap Sijago Merah

IST/CE Proses pemadaman yang dilakukan Damkar di kantor Disdikbud Kepahiang dini hari kemarin.

KEPAHIANG, CE – Tidur nyenyak warga yang tinggal di Komplek Perkantoran Pemkab Kepahiang di Desa Taba Tebelet Kepahiang, dibaut terganggu dengan suara teriakan minta tolong dari salah satu bangunan kantor milik Pemkab Kepahiang yang belakangan diketahui adalah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud)
Tidak sampai disitu selang beberapa saat tepatnya sekira pukul 01.15 WIB, Senin dini hari, (29/6) ngauman suara sirine dari armada Pemadam Bahaya Kebakaran (PBK), tambah membuat kepanikan warga hingga berhamburan keluar menghampiri sumber suara. Benar saja jilatan lidah api sudah mulai membesar pada lantai dasar disalah satu ruangan Dikbud Kepahiang. Untung gerak cepat personil PBK yang menurunkan 2 armadanya, dibantu aparat kepolisian dari Polres Kepahiang dan warga setempat, api dapat dengan muda dijinakan hingga tidak sampai.menghanguskan seluruh banguan degung tersebuy. Dampak musibah itu, seluruh dokumen arsip dan perlengkapan kantor lainnya yang ada di ruang Bidang Dikdas, habis terbakar.
Kadis Dikbud Kepahiang Dr. Hartono, M.Pd, yang dikonformasi, menyebutkan dampak dari musiba yang terjadi Senin dini hari kemarin, ditaksir kerugian yang dialami OPD yang dipimpinnya mencapai Rp. 100 juta lebih. Selain menghangsukan beberpa meubler meja, kursi, almari, printer, dan peralatan penunjangnkerja lainnya hampir seluruh dokumen penting Bagian Dikdas ludes menjadi arang.
“Kalau untuk pasti berapa kerugian kami belum bisa menghitung, tapi taksiran kami.lebih dari Rp. 100 juta,” ungkap Hartono
Untuk tetap melakukan layanan baik bagi guru, para siswa dan masyarakat, sambung Hartono ruang kerja Dikdas sementara waktu dipindahkan ke salah satu ruangan dubagian Pengawas,” singkatknya.
Sementara itu Kapolres Kepahiang AKBP Suparman, SIk, MAP, melalui Kasat Reskrim AKP Umar Fatah ,SH, MH, menjelaskan beradasarkan hasil penyidikan sementara waktu atas terbakarnya ruangan bagian Dikdas Dikbud Kepahiang, dikarenakan faktor konsleting listrik yang ada dalam ruangan tersebut.
“Sementata ini kesimpulan awal yangnkita dapatka. Karena adanya kinsleting listri, yang ada pada alat stabilizer,” ujarnya
Ini dikuatkan ,saat dilakukan olah TKP, penyidik menemukan penghubung daya listrik stabilizer masih terlasang pada salah satu terminal listrik.
“Ini dugaan awal kita ya, kemungkinan masih bisa berbedah jika nanti kita temukan adanya bukti bukti lain,” tukas Kasat. (CE7)

Iklan

Comments are closed.