Beranda Bengkulu Cegah Masuknya Mutasi Virus Corona B117, Pemprov Perketat Prokes

Cegah Masuknya Mutasi Virus Corona B117, Pemprov Perketat Prokes

4
0
H Herwan Antoni SKm MKes

CE ONLINE – Saat ini dikabarkan bahwa telah terjadi mutasi virus corona B117 dengan skala penyebaran virus yang lebih cepat. Menanggapi hal ini, Pemda Provinsi Bengkulu akan melakukan beberapa langkah salah satunya memperketat Protokol Kesehatan (Prokes). Selain mencegah peningkatan kasus Covid-19, juga mencegah masuknya virus corona yang sudah bermutasi tersebut.
“Saat ini sudah ada mutasi virus Corona B117 yang penyebarannya lebih cepat. Inilah yang kita cegah jangan sampai masuk ke negara kita. Kalaupun sudah masuk, kita harus secepatnya lakukan tracking dan penanganan secepatnya agar penyebarannya bisa dengana cepat ditangani,” sampai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Herwan Antoni S.KM M.Kes, Senin (3/5) kemarin.

Herwan mengatakan, berkaca dari kasus negara India yang terjadi pelonjakan kasus yang membludak karena menganggap vaksinasi mereka sudah tinggi. Sehingga diharapkan untuk selalu disiplin dalam menegakkan Prokes.
“Berkaca dari kasus tsunami kasus di India. Karena menganggap vaksinasi mereka tinggi, mereka ini terlena. Ada 3 yang menyebabkan tsumi kasus tersebut diantaranya aktivitas keagamaan, event olahraga dan Pemilu yanga tidak menerapkan Prokes,” ungkapnya.

Lebih jauh Herwan menyebutkan, untuk Provinsi Bengkulu sendiri pada bulan April kemarin telah terjadi pelonjakan kasus dari bulan bulan sebelumnya. Maka dari itu Pemprov Bengkulu diminta untuk menyiapkan langkah-langkah strategis dalam menanggapi pelonjakan tersebut.
“Kasus harian kita terjadi pelonjakan pada bulan April kemarin. Maka dari itu kita diminta untuk tidak kendor dalam menerapkan Prokes, melalui peran Gubernur untuk melakukan langkah strategis untuk lakukan penanganan segera,” ujar Herwan.

Sementara itu, kendati sebelumnya terjadi peningkatan di bulan April lalu, namun Herwan menyebutkan belum memerlukan ruangan tambahan untuk karantina. Berbeda dengan sebelumnya, yang mana ruangan perawatan untuk pasien Covid-19 sempat mengalami over kapasitas.
“Kalau melihat kondisi dari Februari hingga maret yang terjadi penurunan makanya kita belum persiapkan rumah sakit karantina dan hanya memanfaatkan yang ada saja. Intinya ketika ada kasus meningkat, maka kita harus melakukan pengereman terhadap kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” pungkasnya. (CE2)

Ingin Berlangganan Koran? Hubungi Kontak Whatsapp +62 821-7863-9651

IKUTI JUGA AKUN MEDIA SOSIAL CE DIBAWAH INI: