Belajar Dirumah Dikeluhkan, Srikandi DPRD Angkat Bicara

Nurul Khairiah

CURUP, CE – Anggota Komisi I DPRD Rejang Lebong Nurul Khairiah langsung menanggapi keluhan warga soal penerapan sistem belajar dirumah. Dimana dari laporan yang diterima srikandi DPRD RL ini, sistem belajar dirumah tersebut cukup dikeluhkan orang tua. Salah satunya karena sistem ini cukup menyita waktu orang tua untuk ikut serta dalam pengawasan dan membimbing akan untuk belajar. Sedangkan orang tua sendiri miliki aktifitas mencari uang untuk membayar uang sekolah anak tersebut. 
Dengan kondisi ini pihaknya sendiri meminta pada Pemkab Rejang Lebong untuk terus mengkaji agar usai lebaran ini  agar siswa sudah dapat belajar tatap muka dengan guru mereka di sekolah.
“Belum lagi jika orang tua di desa tidak memiliki wawasan yang luas dan pendidikan yang tinggi, sehingga tidak jarang mereka ikut tidak paham dengan pelajaran anak mereka, ada baiknya jika belajar tatap muka bisa dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” sampainya.

Menurutnya sudah banyak orang tua yang menyampaikan keluhan tersebut pada pihaknya. Dimana selain tidak mampu mengajarkan, sebagian tidak bisa mencari nafkah untuk anak mereka, karena tidak bisa dipungkiri jika tidak seluruh masyarakat Rejang Lebong ini mampu.

“Sehingga jika memang memungkinkan dengan situasi saat ini, tidak ada lagi yang terkomfirmasi Positif covid, kenapa tidak untuk bisa belajar tatap muka,” jelasnya.

Diakuinya saat ini pihaknya turun kelapangan selain keluahan orang tua, nampaknya sang anak juga sudah bosan belajar dirumah dan suntuk dengan sejumlah tugas yang diberikan guru, tanpa ada penjelasan ditel dari guru.

“Cukup tepat jika kita mengkaji untuk mulai belajar tatap muka,” ujarnya.

Ditambah dengan adanya tatap muka, orang tua juga terbantu  untuk pendidikan moral sang anak, dimana untuk belajar dirumah selain orang tua tidak memiliki wawasan, orang tua juga tidak miliki ilmu mendidik dan cara menjelaskan pada anak seperti guru yang memang ahli dibidangnya.
“Tidak jarang anak ini dimarah, karena tidak bisa mengerjakan tugas, ini juga karena orang tua mereka pendidikan atau ilmunya terbatas, tidak seperti guru yang memang menjelaskan ada tekniknya,” pungkasnya. (CE1)

Iklan

Comments are closed.