Banyak Bumdes Mati Suri

Termasuk di Rejang Lebong

Ali Sadikin

BENGKULU, CE – Pendirian Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) saat ini memang menjadi salah satu dari 4 program prioritas Kementrian Desa. Namun sayangnya saat ini masih banyak sekali Bumdes yang dinilai mati suri. Hal ini seperti diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan masyarakat Desa (PMD) Provinsi Bengkulu, Drs Ali Sadikin MSi, saat diwawancarai CE kemarin.
“Memang Bumdes ini salah satu program prioritas Kemendes, tapi sayang banyak Bumdes yang saat ini kondisinya kurang aktif atau bahkan tidak berjalan,” sampainya.
Dikatakan Ali bahwa hal ini sendiri sudah menjadi fenomena umum di setiap kabupaten, termasuk juga di Rejang Lebong. Dimana kendati untuk angka pendirian Bumdes sudah cukup tinggi, namun untuk perjalanannya masih sedikit sekali yang benar-benar aktif dan bergerak.
“Iya salah satunya yang di Rejang Lebong itu, walaupun disana sudah 100 persen desa membentuk Bumdes, namun hanya beberapa saja yang benar-benar berjalan,” katanya.
Ali menyebutkan, dari data yang mereka miliki bahwa saat ini ada sebanyak 1.341 desa yang ada di Provinsi Bengkulu. Namun untuk desa yang sudah membentuk Bumdes saat ini jumlahnya barulah 900 desa. Sehingga dari data itu saja masih ada ratusan desa yang juga masih belum menjalankan salah satu program prioritas Kemendes ini.
“Dari data yang kami miliki, dari 900 bumdes itu, paling hanya 500 Bumdes yang dinilai cukup aktif. Jadi bisa kita lihat bahkan dari angka tersebut hampir setengahnya yang tidak aktif, belum lagi ditambah dengan yang belum membentuk sama sekali,” ungkapnya.
Sementara ittu Ali menyebutkan, beberapa kali pembinaan terkait dengan pembentukan Bumdes tersebut sudah mereka lakukan. Namun hanya saja saat ini diakuinya bahwa, haruslah pihak desa sendiri yang harus jeli dalam memilih kepengurusan Bumdes. Dimana pengurus Bumdes ini harusla SDM yang memang memiliki kompeten.
“Kalau dari analisis kita permasalahannya itu lebih kepada SDM nya. Jadi akan lebih baik jika desa benar-benar memilih SDM yang memiliki kemampuan,” pungkasnya. (CE2)

Comments

comments

Iklan

Comments are closed.