Akses Jalan Lebong – RL Kembali Normal, BPBD Ingatkan Longsor Susulan

IST/CE Kondisi jalan yang sempat tertimbun longsor pada ruas jalan Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang beberapa waktu lalu.
IST/CE
Kondisi jalan yang sempat tertimbun longsor pada ruas jalan Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang beberapa waktu lalu.

LEBONG, CE – Sempat tertimbun longsor pada ruas jalan Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang, Akses Jalan Provinsi Bengkulu yang menghubungkan antara Kabupaten Lebong – Kabupaten Rejang Lebong saat ini sudah kembali normal. Ini setelah tanah longsor yang berisikan material batu dan tanah berhasil dievakuasi. Disisi lain, pihak BPBD Provinsi Bengkulu mengikatkan warga sekitar akan potensi terjadinya longsor susulan.

“Alhamdulillah untuk jalannya saat ini sudah normal dan bisa dilintas,” kata Dandim 0409/RL, Letkol Kav Budi Wirman SSos kepada CE.

Dandim menjelaskan proses evakuasi tersebut, selain petugas TNI di lokasi penanganan longsor juga dibantu alat exavator yang diturunkan ke lokasi. Di sisi lain Dandim menjelaskan bahwa pihaknya mengaku sudah mengerahkan personil di dekat lokasi rawan longsor dan membantu penanganan longsor.

“Kalau untuk personil kita standbykan. Ada kurang lebih 20 personil dari Koramil Rimbo Pengadang,” sampainya.

Lebih jauh dikatakan Dandim bahwa pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat khususnya pengendara untuk berhati-hati jika melintasi jalan tersebut terlebih saat ini musim penghujan. Termasuk ruas jalan yang longsor di Desa Talang Ratu mengingat saat ini kondisi jalan tersebut masih licin. Karena dikhawatirkan bakal ada longsor susulan.

“Kita minta masyarakat juga hati-hati terhadap bencana tanah longsor yang terjadi. Apalagi saat ini musim penghujan dan sangat rawan menyebabkan longsor,” pungkasnya.

BPBD Ingatkan Soal Longsor Susulan

Terpisah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu mengingatkan kepada masyarakat terutama yang akan melintasi jalan lintas Rejang Lebong-Lebong untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Hal ini mengingat masih besarnya potensi terjadi longsor susulan setelah longsor yang terjadi di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang Lebong pada tanggal 9 dan 10 Februari kemarin.

“Kita ingatkan masyarakat untuk waspada, terutama untuk jalur mulai dari Rimbo Pengadang sampai dengan Lebong Selatan itu memang daerah rawan. Karena potensi longgsor susulan itu masih ada, apalagi jika kedepan intensitas hujan tinggi,” sampai Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu, melalui Kasubid Tanggap Darurat, Indi Sastra Wijaya SE pada Senin (11/2) kemarin.

Menurutnya ada 3 titik longsor yang terjadi di Kabupaten Lebong, yakni di Rimbo Pengadang jalan lintas Curup – Muara Aman, Lubuk Resam jalan lintas Bengkulu Utara – Muara Aman dan longsor yang mengambrukkan jembatan di Desa Suka Marga Kecamatan Amen Lebong. Diakui Indi bahwa sebelumnya ia bersama rombongan dari BPBD Provinsi sudah turun langsung ke beberapa titik longsor tersebut bersama dengan Tim Tanggap Darurat dari BPBD Lebong, termasuk juga Dandim 0409 Rejang Lebong.

“Kemarin kita sudah turun langsung kelapangan untuk mengeksekusi material longsor. Ada 2 alat berat yang dikerahkan yakni 1 dari Dinas PUPR Lebong dan 1 lagi dari PGE,” katanya.

Lebih jauh Indi mengatakan bahwa untuk akses jalan yang berada di Lubuk Resam, sudah bisa dilewati pada hari kejadian di tanggal 9 Februari kemarin karena proses pengevakuasian material longsor hanya berlangsung selama 2 jam. Sedangkan untuk longsor yang terjadi di Rimbo Pengadang memakan waktu yang cukup lama karena sebelumnya juga terkendala hujan dan memakan waktu 8 jam.

“Sedangkan untuk longsor susulan di Rimbo Pengadang yang tanggal 10 Februari sore kemarin, itu juga langsung kita selesaikan di lapangan dan kita pastikan sejak pukul 21.54 WIB kemarin malam jalan sudah bisa dilewati,” ujarnya.

Sedangkan terkait dengan adanya kabar warga yang terisolasi akibat putusnya jembatan di Desa Suka Marga Kecamtan Amen Lebong sebelumnya, Indi membantah hal tersebut. Pasalnya Indri menyebutkan bahwa jalan tersebut bukanlah akses satu-satunya warga, melainkan masih ada jalur yang bisa dilewati.

Sementara itu, untuk pengantisipasian Indi menyebutkan bahwa pihanya sudah mengimbau kepada BPBD Kabupaten Lebong untuk membuat pos penjagaan. Termasuk juga menstandby kan 1 unit alat berat di lokasi yang masih berpotensi terjadinya longsor susulan. (CE2/CE5)

Comments

comments

Iklan

Comments are closed.