7 Kecamatan Rawan Konflik Pemilu

BAWASLU

CURUP, CE – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rejang Lebong memprediksi sebanyak 7 kecamatan yang ada diwilayah Lembak berpotensi tinggi terjadinya konflik pada Pemilu 17 April mendatang. Tingginya potensi tersebut, berkaca dari pelaksanaan Pileg pada tahun 2014 lalu, yang mana wilayah tersebut memang memiliki potensi konflik yang cukup tinggi.
“Seluruh wilayah berpotensi konflik, namun untuk yang tinggi itu pada wilayah Lembak. Makanya dari saat ini kita rutin awasi daerah disana,” sampai Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Rejang Lebong, Novfry Iranas, kemarin kepada wartawan.
Novfry menyampaikan, memang potensi konflik tidak terjadi disetiap desa di 7 kecamatan tersebut. Namun memang setiap kecamatan ada saja desa yang rawan konflik.
“Yang mana dari pendataan saat ini juga menunjukan wilayah tersebut masih berpotensi tertinggi di Rejang Lebong,” terangnya.
Diakuinya, salah satu konflik seperti adanya aksi premanisme dan juga adanya intimidasi dari beberapa pihak, sehingga menjadi masalah antar warga dan desa yang ada di wilayah tersebut.
“Kan ini bisa memicu pekelahian dan konflik antar tim. Hal ini tetap kita lakukan pencegahan, agar Pemilu kali ini berjalan damai,” tegasnya.
Kendati demikian pihaknya sendiri meminta kepada pihak kepolisian agar pada saat pemilihan berlangsung untuk bisa lebih banyak menempatkan personil mereka diwilayah tersebut, yang mana untuk antisipasi keamanan jalan Pemilu dilokasi tersebut.
“Yang jelas ini lebih dari personil biasa disiagakan,” ujarnya.
Disisi lain pihak Bawaslu menegaskan jika mereka yang melakukan money politic dan penyogokan, maka jelas dengan mekanime yang belaku, pihaknya akan membatalkan mereka yang menjadi calon, atau nantinya mereka memang mendapat suara terbanyak.
“Namun tentu saja ini setelah melalui proses dan mekanisme yang berlaku, dan kita akan tindak tegas ini,” pungkasnya. (CE1)

Comments

comments

Iklan

Comments are closed.