Beranda Berita Daerah Kepahiang Karyawan PT TSUM Penghuni Pertama, Puskesmas Kabawetan jadi Ruang Isolasi

Karyawan PT TSUM Penghuni Pertama, Puskesmas Kabawetan jadi Ruang Isolasi

11
0
JEK/CE Puskesmas Kabawetan jadi lokasi isolasi pasien corona.

CE ONLINE – Sejak dijadikan tempat isolasi dan karantina pasien terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di bulan Maret lalu. Baru kali ini Puskesmas Kabawetan difungsikan mengisolasi pasien terkonfirmasi positif. Ini setelah BSB (28) pasien ke 15 warga Tangsi Baru Kecamatan Kabawetan yang juga Karyawan PT Trisula Ulung Mandiri (PT. TSUM) bersedia untuk menjalani isolasi dalam pengawasan Satgas Covid -19 Kepahiang.
“Iya terhitung dari Senin, (14/9) malam, Pasien 15 sudah menjalani isolasi di rumah isolasi yang ada di Puskesmas Kabawetan,” ungkap Kadinkes Kepahiang H Tajri Fauzan, S.Km, M.Si.

Baca Juga:

Dikatakan Tajri, tidak hanya pasien ke 15 yang saat ini menjadi penghuni pertama ruang isolasi itu, tapi ada juga 1 orang lain yang juga menjalani isolasi di Puskesmas Kabawetan yaitu istri pasien.
“Ada 2 orang yang sekarang kita isolasi di sana (Puskesmas,red) pasien dan istrinya,” ujar Tajri.
Kenapa Isterinya ikut diisolasi? Tegas Tajri, karena selama ini Istri pasien lah yang selalu kontak terhadap pasien, dan juga merupakan ODP karena terjaring tracking yang dilakukan Dinkes Kepahiang.
“Antisipasi saja, karena istrinyalah orang yang selama ini dekat dengan pasien, istri pasien juga dalam pengawasan kami, dan juga sebelumnya sempat kami swab,” ujarnya.
Sesuai dengan protokol penanganan Covid, siapa saja yang dicurigai terpapar covid, wajib menjalani isolasi sampai dengan hasil pemeriksaan swab diterima.
“Kalau untuk kondisi pasien saat ini cukup baik, tidak ada keluhan, kalau kondisi ini bisa dijaga pasien, masa isolasinya hanya sampai 10 hari kedepan,” sebut Tajri.
Dan Tajri pun berharap, kepada warga sekitar tempat isolasi pasien dan keluarga pasien untuk tidak melakukan kunjungan ketempat isolasi, hal ini penting untuk mencegah penularan.
Selain itu juga Tajri, meminta 23 orang yang di curigai pernah kontak terhadap pasien untuk juga dapat melakukan isolasi secara mandiri, sampai dengan hasil pemeriksaan sampel swab yang sudah dilakukan pihaknya diketahui.
“Mudah-mudahan tidak ada lagi yang positif. Tapi pastinya kita tunggu saja sampai nanti hasil Pemeriksaan swab nya kami terima,” tukas Tajri. (CE7)

IKUTI JUGA AKUN MEDSOS CE DIBAWAH INI: