Beranda Berita Daerah Curup Metropolis Antisipasi Pohon Tumbang

Antisipasi Pohon Tumbang

24
0
ADIT/CE Terlihat petugas sedang memangkas sejumlah pohon diruas jalan Sukowati (20/11)

CE ONLINE – Memastikan keberadaan pohon pelindung tidak membahayakan warga sekitar dan pengguna jalan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rejang Lebong saat ini tengah rutin melakukan pemangkasan pohon di jalan protokol kota Curup.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs. Darmansyah MM, mengatakan, pemangkasan pohon ini memang pemeliharaan rutin yang dilakukan DLH Kabupaten Rejang Lebong sepanjang tahun 2020. Dan juga hal ini sebagai langkah antisipasi akan timbulnya bahaya maupun bencana yang datang sewaktu-waktu, mengingat tingginya curah hujan di wilayah Kabupaten Rejang Lebong.

“Pemangkasan dilakukan hampir setiap ada pohon yang berpotensi membahayakan, terhitung dari bulan Januari ada sebanyak 50 pohon yang di pangkas ya kita fokuskan pada pohon yang dahannya menjulur ke jalan, pohon yang keropos, dahan kering yang berpotensi patah, serta ranting pohon yang mengganggu kabel listrik,” katanya.

Darmansyah juga mengungkapkan jika pada tahun 2021 nanti pihaknya akan tetap melakukan program ini setidaknya keluhan masyarkat tentang adanya pohon tumbang dan yang lainnya bisa kita cegah.

“Mencegah lebih baik dari pada harus terkena dikemudian hari, pemangkasan ini salah satu program wajib kita, dengan melakukan pemangkasan terhadap pepohonan dipinggir jalan utama, mengingat keberadaannya mengancam keselamatan masyarakat dan pengendara kendaraan yang melintas dan juga ini salah satu upaya kami untuk terus memberikan kenyamanan dan jaminan rasa aman bagi masyarakat pengendara dan pejalan kaki yang melintasi jalur ini dan sekitarnya,” tuturnya.

Dikatakan Darmansyah jika saat ini DLH juga tengah melakukan pemeliharan atau penanaman pohon di sepanjang ruas jalan kota sebanyak 100 pohon pada tahun 2020.

“Step by step kita lakukan penanaman saat ini sudah 70 persen sepanjang tahun 2020 ini, dikarenkan adanya kendala seperti pandemi Covid 19 sehingga sempat tertunda tetapi yang akan kita targetkan sampai Desember nanti ada 100 pohon, ” tuturnya.

Ia juga mengatakan pihaknya juga seringkali menerima laporan dari masyarakat terkait permintaan untuk adanya pemangkasan pohon dari pengaduan tersebut, kembali akan dilaporkan kepada tim surveyor untuk memastikan kondisi pohon perlu dipangkas terkait pemangkasan pohon sendiri, dalam sebulan ini pihaknya bisa menerima 5 sampai 7 laporan atau permohonan untuk pemangkasan pohon.

“Bila memang layak dilakukan pemangkasan karena rawan, ya pasti ditindaklanjuti,” pungkasnya. (CW1)

IKUTI JUGA AKUN MEDSOS CE DIBAWAH INI: